Home Sosialisasi LEMBAGA MASYARAKAT SEJAHTERA PAPUA (LMS) INGIN MENJEMPUT PERUBAHAN DI PAPUA KHUSUSNYA WILAYAH MEEPAGO
Sosialisasi - April 1, 2021

LEMBAGA MASYARAKAT SEJAHTERA PAPUA (LMS) INGIN MENJEMPUT PERUBAHAN DI PAPUA KHUSUSNYA WILAYAH MEEPAGO

Papua/Meepago, LmS. Kabupaten Nabire merupakan Kota tertua diwilayah meepago dengan perjalan pembentukan kabupatenya Setelah Irian Barat,  maka dengan Surat Keputusan Wakil Perdana Menteri Republik Nomor : 120/PM/1965 tanggal 23 November 1965, Paniai ditetapkan menjadi Kabupaten Administratif yang terlepas dari Kabupaten Jayawijaya, dengan Ibukota Enarotali. Berhubung Ibukota Enarotali berada di daerah pedalaman, maka berdasarkan pertimbangan efektifitas dan efisiensi, Ibukota Kabupaten Paniai dipindahkan dari Enarotali ke Nabire pada tahun 1966 dengan alasan Nabire yang berada di Daerah Pantai merupakan pintu masuk ke daerah pedalaman melalui transportasi laut sesuai dengan Surat Usul Bupati Administratif Paniai Nomor : 1035/PU/66 tanggal 17 Oktober 1966.

Pertimbangan roda pemerintahan yang sudah lama berlangsung diwilayah tersebut, namun Lembaga Masyarakat Sejatera merasa belum diperdayakan masyarakatnya maksimal dari semua sector kehidupan masyarakat.

Perubahan pasti saja terjadi dengan perkembangan zaman, namun apabila masyarakat tidak antisipasi dengan perubahan zaman maka masyarakat akan terbawah arus dengan perubahan yang negative. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi  sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

Masyarakat Papua yang berkecimpung dalam Lembaga Masyarakat Sejahtera khusunya yang berdomisili diwilayah meepago berkeinginan tinggi untuk  perubahan, ingin pemberdayaan  serius yang dibimbing dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah di wilayah meepago tersebut.

Melalui ajang PILKADA dan momen PSU dikabupaten Nabire, Lembaga Masyarakat Sejahtere mengajak kepada mereka yang punya hak suara untuk memberikan hak suaranya kepada pasangan calon Bupati yang tepat, agar kemudian hari tidak ada kata penyesalan, sebab pembangunan kabupaten nabire menjadi tolak ukur bagi Kabupaten wilayah meepago yang lain.

Lembaga Masyarakat Sejahtera memintah kepada masyarakat nabire jangan mau ikut ajakan yang mempersoalkan DPT, Jumlah Kursih DPRD karena itu bukan Tugas kita masyarakat, Tugas kita masyarakat hanya menunggu kapan Bupati yang terpilih memperhatikan masyarakatnya. Masyarakat  nabire harus menahan diri dari isu isu yang propokatif dan tidak bertanggungjawab, gunakan haknya pada tanggal 14 juli 2021 untuk menjemput pro perubahan di nabire agar masyarakat nabire berdaya, sejahtera dan  bangkit dari semua sector kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Exactly how a bad Tinder go out inspired us to apply to college

Exactly how a bad Tinder go out inspired us to apply to college Can a bit of good come fro…